Jumat, 16 Oktober 2009
Halang
Bagaimana keadaanmu?
Kekhawatiran lalu lalang dalam benak, gelisah menancap dibatinku
Baik-baik sajakah kamu?
Awan mendung seakan bercerita, ingin menyampaikan sesuatu
ku tak mengerti
Ada apa ini?
Ketika malam tiba ku tengok kerlip bintang, seakan pancarkan pesan yang tak sampai
Bagaimana ku bisa tau jika ia tak berbisik padaku
Ku angkat kepalaku melihat langit biru yang membawa secarik kalbu
Kilau mentari menyulitkanku membaca
Siapa yang mengirimnya?
Sampaikan langsung padaku
karena ku ingin awan mendung kan menjadi cerah,,
Sabtu, 10 Oktober 2009
Bumi & Dunia ?
saat ku terperosok dalam jurang kepedihan, dunia tak bertanggung jawab
aku tenggelam didalamnya dan dunia tetap acuh
tak membantuku bernapas
Seisi bumi puas menertawakanku, merobek lembar harapanku
membakar semua sampai menjadi abu, tak tersisa
tak ada jejak kesenangan
tinggallah tapak kemurungan
Selasa, 06 Oktober 2009
2.36am
kau curi cahaya bulan tuk menyinariku
kau ucapkan kalimat yang buat ku terpaku
dan jatuh cinta padamu
kalimat-kalimat itu menyelimutiku
tak mampu berkutik ku dibuatnya
sanjunganmu manis ku dengar
sayang tulusmu indah ku rasa
aku menyayangimu sampai saat ini pun masih
walau kita tak lagi bersama
berharap kau pun tak berubah tetap menyayangiku tulus
Seperti yang pernah kau katakan waktu itu...
kau masih menyayangiku
Selasa, 29 September 2009
Jangan Sembunyikan Dariku
kenapa cuma diam dan membisu?
menyembunyikan tangan dibalik tubuh itu
ayo, jelaskan semuanya
aku terlampau lugu tapi aku bukan si dungu,
Minggu, 27 September 2009
Roda-roda Kereta
Aku tak pernah memiliki cinta
Merasakannya pun aku tak mampu
Sangat sulit untuk mendapatkannya
Kamu yang aku mau...
Kenapa kau ku temui
Jika kini akhirnya kau pergi
Sejenak ku tengok klise kisah lalu
Tuk hilangkan rasa haus akan dirimu...
Sebelum roda-roda kereta membawamu pergi dari hadapanku
Ucapkanlah kalimat yang slalu ku tunggu
Ku bersinar dikelilingi kunang-kunang
Namun kau tak kunjung bilang...
Perbedaan Dua Kutub
waktumu tlah habis disini dan kau kan kembali ke peraduanmu
ntah kapan kita kan bertemu ataukah mungkin dipertemukan
ku ingin kau tetap disini mengisi tiap hariku, tiap detikku dan biar bumi ikut tersenyum mendengar jerit tawa kita
Kau bilang aku mengajarkan banyak hal
lalu kenapa kini kau pergi tanpa perduli olehku yang sepi
kau pun membuatku sadar, belajar tanpa kepedulian, acuh oleh hidup yang tak menyenangkan, terserah apa kata orang
Yang terpenting diri sendiri bagaimana menikmati hidup dan aku tak mengubahnya
hal itu bagai sebuah magnet yang menarikku dalam perbedaan
Kesamaan itu justru menjadi sebuah pemecah seperti magnet berkutub sama yang akan selalu tolak menolak
perbedaan yang dapat menjadikan kita tetap bersama hinnga akhirnya kau pergi untuk suatu kemuliaan
Aku tak melarangmu karena aku tak melupakanmu
berharap kau pun begitu...
Jumat, 25 September 2009
Gerbang Utama Itu
Berjanji bertemu dijalan setapak
Hamparan toko sepatu membuatku bingung mencari
Kau bilang diujung sini, tapi belum juga kau menampakan diri
Sedikit demi sedikit kau nyata
Menghampiriku dari gerbang utama
Inikah yang dibilang kesenangan, dapat melihatmu yang dulu hanya diangan
Jarimu mulai menjabatku
Masih tak menyangka kini kau disampingku
Walau hanya sesaat, rona bahagia tak mampu ku sembunyikan
Berkali ku memandangmu
Semua masih sama tak ada yang berubah
Tawamu yang selalu mengingatkanku, hingga ku tak ingin kita berpisah
Namun ku tak dapat berbuat lebih
Kau sendiri yang menentukan jalan hidupmu
Bukan aku, karena aku bukan siapa-siapamu
Untuk saat ini, ntah dihari yang akan datang
Temui aku digerbang utama itu beberapa saat mendatang...
Saturday, 22 Aug 2009Keraguan
Tertidur lelap ditengah hamparan buku
Lembar per lembar ku goreskan dengan pensil mekanik ku
Tak ku sadari penat sudah menyelimuti
Getar telepon genggamku
Memanggil membangunkanku untuk segera melihatnya
Penatku hilang setelah membaca nama itu
Suara sayup ku lontarkan
Terdengar keceriaan diseberang sana
Aku masih meragukan
Apakah benar ini dia
Tuhan, ternyata ia tak melupaiku
Seperti tanah kemarau yang kembali ditetesi embun
Tenang mendengar suaramu
Berbagi cerita setelah berhari-hari melamun...
Aku & Dia
karena aku bukan dia dan aku tak ingin menjadi dia
kau mau bicara apa terserah karena aku adalah aku
tapi bukan berarti aku tak peduli olehmu
ku sungguh mengertimu
Dan kau tidak, cobalah kau tengok sedikit saja tentang aku
belajarlah memahamiku
tapi bukan berarti ku lelah memahamimu
ku hanya ingin kesadaranmu tentang kehadiranku
Ya, aku yang selalu ada
membawamu pergi melepaskan penat dirimu
kala gundah menghampirimu
kala bosan menjemputmu
Kamis, 24 September 2009
SOR
kau datang menghampiri saat ku tak tau harus bagaimana
malam itu hingga dinihari kita terus bersama berbagi kesenangan ditengah jalan keramaian
gurau tawamu menghapus semua rinduku yang slama ini bersarang
ucap lucumu menghapus kesedihan akan terfikirnya kehilanganmu
tatap matamu membuatku slalu ingin memandangnya dan berharap ku tetap bisa menatapnya
tak terbayang kesenangan menghampiri
asal kau disini ku pasti kan slalu tersenyum
hingga pagi tiba saatnya kita pulang dan jangan lupakan kisah panjang ini
Rabu, 23 September 2009
Bukan Malam Tapi Hatimu
Kau mengulangnya lagi
Lagi, lagi, dan lagi
Hingga tak dapat ku hitung semua, aku hanya dapat mengelus dada...
Benci hal ini terus terjadi
Tapi kenapa kau yang melakukannya
Membuatku tak bisa marah, tinggal berdiam diri...
Hanya merenungi kebodohan
Terjebak dalam kemunafikan
Kehilangan jejak ditengah kegelapan, bukan malam tapi hatimu...
Letih sempat singgah dalam diri
Tapi aku takkan jenuh
Aku pun terus mencari, meski ku tau akhirnya kau kan jauh...
