Tertidur lelap ditengah hamparan buku
Lembar per lembar ku goreskan dengan pensil mekanik ku
Tak ku sadari penat sudah menyelimuti
Getar telepon genggamku
Memanggil membangunkanku untuk segera melihatnya
Penatku hilang setelah membaca nama itu
Suara sayup ku lontarkan
Terdengar keceriaan diseberang sana
Aku masih meragukan
Apakah benar ini dia
Tuhan, ternyata ia tak melupaiku
Seperti tanah kemarau yang kembali ditetesi embun
Tenang mendengar suaramu
Berbagi cerita setelah berhari-hari melamun...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar