Jumat, 25 September 2009

Gerbang Utama Itu

Berjanji bertemu dijalan setapak

Hamparan toko sepatu membuatku bingung mencari

Kau bilang diujung sini, tapi belum juga kau menampakan diri

Sedikit demi sedikit kau nyata

Menghampiriku dari gerbang utama

Inikah yang dibilang kesenangan, dapat melihatmu yang dulu hanya diangan

Jarimu mulai menjabatku

Masih tak menyangka kini kau disampingku

Walau hanya sesaat, rona bahagia tak mampu ku sembunyikan

Berkali ku memandangmu

Semua masih sama tak ada yang berubah

Tawamu yang selalu mengingatkanku, hingga ku tak ingin kita berpisah

Namun ku tak dapat berbuat lebih

Kau sendiri yang menentukan jalan hidupmu

Bukan aku, karena aku bukan siapa-siapamu

Untuk saat ini, ntah dihari yang akan datang

Temui aku digerbang utama itu beberapa saat mendatang...

Saturday, 22 Aug 2009

Keraguan

Tertidur lelap ditengah hamparan buku

Lembar per lembar ku goreskan dengan pensil mekanik ku

Tak ku sadari penat sudah menyelimuti

Getar telepon genggamku

Memanggil membangunkanku untuk segera melihatnya

Penatku hilang setelah membaca nama itu

Suara sayup ku lontarkan

Terdengar keceriaan diseberang sana

Aku masih meragukan

Apakah benar ini dia

Tuhan, ternyata ia tak melupaiku

Seperti tanah kemarau yang kembali ditetesi embun

Tenang mendengar suaramu

Berbagi cerita setelah berhari-hari melamun...

Aku & Dia

Ya, aku memang tak bisa menjadi seperti dia
karena aku bukan dia dan aku tak ingin menjadi dia
kau mau bicara apa terserah karena aku adalah aku
tapi bukan berarti aku tak peduli olehmu
ku sungguh mengertimu
Dan kau tidak, cobalah kau tengok sedikit saja tentang aku
belajarlah memahamiku
tapi bukan berarti ku lelah memahamimu
ku hanya ingin kesadaranmu tentang kehadiranku
Ya, aku yang selalu ada
membawamu pergi melepaskan penat dirimu
kala gundah menghampirimu
kala bosan menjemputmu