Kau mengulangnya lagi
Lagi, lagi, dan lagi
Hingga tak dapat ku hitung semua, aku hanya dapat mengelus dada...
Benci hal ini terus terjadi
Tapi kenapa kau yang melakukannya
Membuatku tak bisa marah, tinggal berdiam diri...
Hanya merenungi kebodohan
Terjebak dalam kemunafikan
Kehilangan jejak ditengah kegelapan, bukan malam tapi hatimu...
Letih sempat singgah dalam diri
Tapi aku takkan jenuh
Aku pun terus mencari, meski ku tau akhirnya kau kan jauh...
